Penyebab Seseorang Tidak Betah Dengan Pekerjaan Hingga Akhirnya Memutuskan Untuk Resign

Penyebab Seseorang Tidak Betah Dengan Pekerjaan Hingga Akhirnya Memutuskan Untuk Resign




Dalam dunia kerja pasti akan menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi, diantara banyaknya situasi dan kondisi di dunia kerja, pasti ada kondisi yang menyebabkan para pekerja merasa tidak ingin lagi meneruskan untuk bekerja di perusahaan tempatnya bekerja. Para pemimpin perusahaan seharusnya mampu mempertahankan para pekerjanya dan mampu memperlakukan mereka dengan baik, agar tidak terjadi turn-over yang tinggi dan justru kehilangan pekerja yang memiliki potensi untuk berkembang. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang tidak betah dengan pekerjaan hingga akhirnya memutuskan untuk resign.

Penyebab Seseorang Tidak Betah Dengan Pekerjaan Hingga Akhirnya Memutuskan Untuk Resign

Suasana Yang Tidak Nyaman di Tempat Kerja
Tempat kerja atau lingkungan kerja yang baik akan membuat nyaman untuk bekerja, sebaliknya lingkungan kerja yang buruk akan sangat mempengaruhi kenyamanan kerja. Salah satu hal yang paling sering membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman adalah adanya tipe rekan kerja yang suka cari muka di hadapan atasan, tipe rekan kerja seperti sangat mengganggu karena akan menjatuhkan orang lain hanya untuk mendapat perhatian dari atasan.

Beban Kerja Atau Kewajiban Yang Tidak Jelas
Tidak sedikit penyebab seseorang memutuskan untuk resign adalah tidak adanya kejelasan beban kerja atau kewajiban kerja yang teratur sesuai dengan posisi yang ditempati, sangat penting untuk suatu perusahaan memberikan kewajiban serta beban kerja yang jelas sesuai dengan posisi atau jabatan. Banyak pekerja yang terbebani dengan kewajiban yang tidak seharusnya dikerjakan, hal semacam ini seharusnya diperhatikan oleh para atasan agar tercipta struktur kerja yang jelas.

Hak Yang Diterima Tidak Sesuai Dengan Kewajiban
Pada saat interview kerja tentu sudah dijelaskan beberapa kewajiban dan hak yang akan diterima sesuai posisi dan jabatan, namun kenyataan akan berbeda ketika sudah mulai memasuki operasional. Seringkali perusahaan akan memberi beban kerja yang melebihi kewajiban, hingga memaksa untuk bekerja melebihi jam kerja yang seharusnya dan tidak mendapat upah lembur.

Pemimpin Yang Tidak Bisa Memimpin
Pola pemikiran sebagian besar atasan adalah memimpin dengan sikap yang ‘bossy’, asal memberi perintah kepada bawahan atau anggota tim tanpa berpikir apakah perintah itu efektif dan efisien. Pemimpin seperti ini sangat keras agar bawahan tunduk kepada semua perintah, dan akan merasa senang apabila bawahan merasa takut serta selalu tunduk. Bukanlah pemimpin yang bijak apabila memiliki karakter seperti ini, karena walaupun memiliki posisi sebagai atasan sebaiknya tidak perlu menjadi otoriter kepada bawahan.

Proses Jenjang Karir Yang Tidak Jelas
Jenjang karir seharusnya diberikan berdasarkan prestasi dan kontribusi yang telah diberikan untuk perusahaan, bukan hanya berdasarkan karena masa kerja yang sudah lama atau karena dekat dengan atasan. Perusahaan yang dipimpin oleh orang yang layak menjadi pemimpin akan menjalankan proses jenjang karir yang baik dan benar, sehingga para anggota tim akan bersaing dengan sehat bukan dengan berlomba mencari muka dihadapan atasan.